Langsung ke konten utama

Postingan

Fisioterapis mengatakan bahwa semua ini terkait postur tubuh. Apakah itu benar?

Dengan kemajuan teknologi, ketergantungan masyarakat terhadap teknologi ini juga meningkat, kegiatan-kegiatan aktivitas fisik juga mungkin sering terabaikan, sehingga secara tidak disadari muncul problematika kesehatan salah satunya adalah nyeri. Dan ketika keluhan tidak tertahankan lagi, maka masyarakat pun datang ke pelayanan kesehatan untuk mencari solusi atas nyeri yang mereka alami.  Banyak mitos yang berkembang bahwa salah satu penyebab nyeri punggung bawah adalah postur yang buruk. Namun, sayangnya, hal ini juga menjadi suatu problematik " misunderstanding " baik di kalangan masyarakat umum maupun praktisi kesehatan Informasi (gambar) seperti di atas mungkin tidak jarang kita lihat. Banyak edukasi berkaitan 'bad posture' vs 'good posture'. Sehingga hal ini memberikan dampak bahwa apabila saya mempunyai postur yang buruk maka saya rentan terhadap potensi nyeri. TIDAK! Hal tersebut tidak bisa dibenarkan. Merujuk research yang telah dilakukan...

Apakah nyeri pinggang yang saya alami disebabkan oleh 'sesuatu' yang tidak pada tempatnya?

Tidak asing lagi mungkin kita sering mendengar bahwa keluhan nyeri punggung bawah disebabkan oleh pergeseran diskus, asimetrikal pelvis, perubahan/perbedaan panjang tungkai, subluksasi tulang belakang dan masalah struktural lainnya. Akan tetapi banyak studi menunjukkan tidak ada bukti bahwa nyeri punggung bawah disebabkan oleh tulang atau sendi di punggung anda yang tidak pada tempatnya . Pada sejumlah kecil orang dengan beberapa perubahan dalam keteraturan ( alignment ) tulang belakang mereka, tidak terkait erat dengan nyeri punggung bawah. Setelah punggung anda dilakukan terapi manipulasi ( spinal manipulation therapy ), terapi manipulasi tidak akan mengembalikan/menempatkan sesuatu kembali pada tempatnya - tidak pernah ada sesuatu yang 'tidak pada tempatnya'! Hal ini juga berlaku untuk persepsi umum bahwa diskus dapat bergerak masuk dan keluar ( 'pop' in 'pop' out ).    Credit picture by David Poulter @Retlouping on twitter Hanya ada sedikit bukti b...

Perlukah saya melakukan pemeriksaan radiologi untuk kondisi nyeri pinggang?

Nyeri punggung merupakan keluhan yg banyak dialami oleh masyarakat. Bahkan mungkin menjadi penyakit yg menjadi “kekhawatiran” oleh masyarakat. Dalam penelitian multi-center di 14 rumah sakit pendidikan di Indonesia yang dilakukan oleh PERDOSSI (Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia) tahun 2002, diketahui bahwa dari sebanyak 4.456 penderita nyeri (25% dari total kunjungan), 819 orang (18,37%) adalah penderita nyeri punggung bawah. Di Indonesia, pada tahun 2003 dilaporkan prevalensi seumur hidup nyeri punggung bawah antara 59,3% – 62,4% dan prevalensi tahunan antara 20,9% – 31,2%. Penelitian Community Oriented Program for Control of Rheumatic Disease (COPCORD) Indonesia pada tahun 2004, menunjukkan prevalensi nyeri punggung bawah mencapai 18,2% pada laki-laki dan 13,6% pada wanita terjadi di negara kita. Banyak dokter maupun fisioterapis merekomendasikan orang dengan nyeri punggung bawah untuk melakukan pemeriksaan radiologi baik rontgen (X-rays) maupun MRI. Aka...